Apa Itu Emosi?
Saya yakin Anda pernah mendengar atau membaca kata “emosi”, tetapi jika harus mendefinisikan, mungkin tidak mudah. Saya yakin Anda juga pernah beremosi atau menyadari bahwa Anda memiliki emosi. Kita pernah marah lalu ditegur,”Jangan emosi dululah”. Dala, konteks ini apakah marah sama dengan emosi? Tentu tidak sama. Kita pun pernah merasa senang, gembira, atau bahkan bersorak-sorai, misalnya ketika menyaksikan pahlawan bulu tangkis Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma mengalahkan lawan-lawanya di pertandingan final Olimpiade Bacelona 1992, dan juga ketika Taufik Hidayat berjaya di Olimpiade Athena 2004. Pada saat itu, emosi rakyat Indonesia meluap-luap bercampur perasaan gembira, haru, dan bangga, bahkan ada yang menangis menyaksikan Sang Saka Merah Putih berkibar diiringi lagu “Indonesia Raya”. Jadi apakah senang, gembira, harus sama dengan emosi? Tidak juga, walaupun dapat dikatakan sebagai bentuk atau model emosi, atau juga komponen emosi.
Jawabanya langsung dapat dicari di kamus, baik kamus bahasa maupun kamus ilmiah tetapi lebih tepatnya pada kamus psikologi. Anehnya, setisp ksmud menyajikan definisi yang berbeda seperti dalam dua Kamus Bahasa Indonesia ini yang bebeda pengarangnya mengatakan bahwa :
* Emosi : Luapan perasaan yang berkembang dan surut di waktu singkat. Keadaan dan reaksi psikologis (seperti kegembiran, kesedihan, keharuan, kecintaaan, keberanian yang bersifat subjektif)
* Emosi : Rasa hati, perasaan, gerak rasa seperti rasa sukacita, dukacita, pilu, iba murka dan sebagainya.
Keduanya memberikan makna yang berbeda. Pertama, emosi adalah sesuatu keadaan atau peristiwa yang berkaitan dengan perasaan. Kedua, makna emosi sama dengan perasaan.
Mari kita cari definisinya dari buku populer atau buku ilmiah. Menurut buku Emotional Intelligence, karya Daniel Goleman, seorang profesor psikologi : “Kata yang selalu saya rujuk dalam buku ini adalah emosi,istilah yang makna tepatnya masih membingungkan baik para ahli psikologi maupun ahli filsafat selama lebih dari satu abad.
Sesuai makna harfiah, Oxford English Dictionary mendefinisikan :
* Emosi : Setiap kegiatan atau pergolakan perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap.
Daniel Goleman mengganggap emosi merujuk pada perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, atau keadaan biologis dan psikologis seta serangkaian kecendrungan untuk bertindak. Ada ratusan emosi beserta campuran , variasi, mutasi, dan nuansanya. Para peneliti masih terus memperdebatkan mana yang dapat dianggap sebagai emosi primer, atau bahkan mempertanyakan apa benar ada emosi primer seperti itu. Sejumlah teoritikus mengklasifikasikan emosi menjadi kelompok besar, meskipun tidak semuanya sepakat. Diantaranya marah, sedih, cinta, terkejut, jengkel,dan malu. Sementara semua hasil penemuanPaul Ekman, ada empat kelompok utama, yaitu takut, marah, sedih, dan senang. Dan uraian ini Daniel Goleman sendiri belum sampai kesimpulan apa yang dimaksud dengan emosi.
Jika menghadapi situasi seperti ini, lebih baik kita tidak perlu menjadi pengikut salah satunya meskipun tidak boleh mengesampingkan yang lain. Berdasarkan hal ini, saya mengajak Anda untuk berusaha mengajukan pendapat sendiri, jadi saya akan berusaha merumuskan apa itu emosi dari sudut pandang yang berbeda. Kita perhatikan peribahasa asli Indonesia , warisan nenek moyang nanarif bijaksana:
“ Pikir itu Pelita Hati ”
Mari kita kaji peribahasa itu, baik dalam kesatuanya maupun kata demi kata. Peribahasa itu mengandung petuah dan sangat dekat dengan “hemat emosi” :
“ Gunakan akal budi sebaik-baiknya dan pertimbangkan segala sesuatu sebaik-baiknya menjadikan seseorang lebih arif dan bijaksana.”
Kita bahas makna kata-kata yang menyusun pribahasa itu yaitu “pikir”, “pelita”, dan “hati”.
“Pikir” berarti akal budi, nalar, ingatan, atau angan-angan yang bahasa modernya disebut imajinasi. “ Berpikir” berarti menggunakan akal budi atau nalar untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Ketika mempertimbangkan, dengan sendirinya ada dua objek. Pertama adalah peristiwa yang dihadapi dan disikapi, lalu diambil keputusan agar dapat menguntungkan serta baik adanya. Kedua adalah pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki. Kita semua tahu bahwa berpikir itu menggunakan otak, yang hasilnya kita rasakan setiap hari. Dengan peribahasa “ Pikir itu pelita hati”, dapat diketahui kesimpulan dari teori psikologi asli nenek moyang kita bahwa, “pikir berbeda dengan hati”, yang maknanya perasaan. Keterpiahan yang tidak total tapi saling berhubungan itu membimbing perasaan agar kita menjadi orang yang bijaksana.
Dengan demikian, nenek moyang kita memang sudah berteori bahwa pikiran dan perasaan merupakan satu kesatuan dimana perasaan menimbulkan tindakan, sementara pokir memberi tuntunan agar tindakan kita benar. Berikut ini adalah usul saya mengenai arti “emosi”:
“Suatu keadaan subjeltif dalam mengekspresikan perasaan, ketika menghadapi orang, perasaan, ketika menghadapi orang, peristiwa, atau benda.”
Buku refrensi :
Prof. Dr. Daldiyono, 2011. Hemat Emosi: Jakarta. PT Bhuana Ilmu Populer.
Rabu, 20 Juli 2011
Cegah Perasaan Iri Hati Anda
Setiap orang pasti pernah merasakan iri hati, iri hati terhadap teman sekolah, teman kantor. Rasa iri hati biasanya muncul karena seseorang merasa di bawah orang yang diirikanya tersebut, misalnya teman anda berpakaian lebih menarik daripada anda, teman anda mempunyai handpone lebih canggih daripada anda. Semua itu muncul dibenak kita dan menimbulkan rasa iri kepada teman kita. Situasi ini berakibat pada terbelenggunya hidup anda dalam keirian hati anda tersebut dan tidak bisa mensyukuri anugrah Tuhan yang sudah diberikan kepada anda saat ini. Berikut ini adalah tips buat anda untuk mencegah rasa iri hati:
1. Bersyukurlah atas diri sendiri. Kita patut menghormati diri sendiri, juga bersyukur atas berkatNya. Kita harus percaya bahwa segala sesuatu yang kita miliki merupakan hasil kerja keras kita sendiri, dan hasilnya adalah yang terbaik pemberianNya.
2. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Dulu saya sedih, kecewa, dan iri hati pada teman-teman saya yang tinggi tegap. Ketika beramai-ramai mendaftar ke AKBRI, saya gugur karena tinggi badan saya kurang 0,5 cm. Saya mengeluh mengapa Dia tidak memberi saya 0,5 cm lag. Ternyata kegagalan saya itu membawa berkah, karena saya dapat bersekolah dokter dan kini menjadi professor, misalnya.
3. Setiap orang memiliki rezeki sendiri-sendiri. Kita harus yakin bahwa pemberian Tuhan merupakan hasil dari upaya dan jerih payah kita. Kita wajib berusaha, Dia yang menentukan.
4. Kita boleh kagum atas keberhasilan orang lain, lalu berkata dalam hati: Jika ia dapat, mengapa saya tidak? Ini bukan iri hati, tetapi mencontoh orang lain, hanya saja yang diutamakan bukan hasilnya, melainkan meniru apa yang dikerjakan orang lain. Konsep ini lazim disebut patok duga (benchmark), yang maknanya bukan bersaing, tetapi mencontoh, bukan setara, menjadi sama dalam hal kualitas.
Nah, mulai sekarang hilangkanlah segala rasa iri hati yang mungkin ada dibenak anda. Menghilangkan semua hal-hal yang negatif di diri anda dapat meningkatkan taraf hidup anda dalam memperoleh kebahagiaan.
Setiap orang pasti pernah merasakan iri hati, iri hati terhadap teman sekolah, teman kantor. Rasa iri hati biasanya muncul karena seseorang merasa di bawah orang yang diirikanya tersebut, misalnya teman anda berpakaian lebih menarik daripada anda, teman anda mempunyai handpone lebih canggih daripada anda. Semua itu muncul dibenak kita dan menimbulkan rasa iri kepada teman kita. Situasi ini berakibat pada terbelenggunya hidup anda dalam keirian hati anda tersebut dan tidak bisa mensyukuri anugrah Tuhan yang sudah diberikan kepada anda saat ini. Berikut ini adalah tips buat anda untuk mencegah rasa iri hati:
1. Bersyukurlah atas diri sendiri. Kita patut menghormati diri sendiri, juga bersyukur atas berkatNya. Kita harus percaya bahwa segala sesuatu yang kita miliki merupakan hasil kerja keras kita sendiri, dan hasilnya adalah yang terbaik pemberianNya.
2. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Dulu saya sedih, kecewa, dan iri hati pada teman-teman saya yang tinggi tegap. Ketika beramai-ramai mendaftar ke AKBRI, saya gugur karena tinggi badan saya kurang 0,5 cm. Saya mengeluh mengapa Dia tidak memberi saya 0,5 cm lag. Ternyata kegagalan saya itu membawa berkah, karena saya dapat bersekolah dokter dan kini menjadi professor, misalnya.
3. Setiap orang memiliki rezeki sendiri-sendiri. Kita harus yakin bahwa pemberian Tuhan merupakan hasil dari upaya dan jerih payah kita. Kita wajib berusaha, Dia yang menentukan.
4. Kita boleh kagum atas keberhasilan orang lain, lalu berkata dalam hati: Jika ia dapat, mengapa saya tidak? Ini bukan iri hati, tetapi mencontoh orang lain, hanya saja yang diutamakan bukan hasilnya, melainkan meniru apa yang dikerjakan orang lain. Konsep ini lazim disebut patok duga (benchmark), yang maknanya bukan bersaing, tetapi mencontoh, bukan setara, menjadi sama dalam hal kualitas.
Nah, mulai sekarang hilangkanlah segala rasa iri hati yang mungkin ada dibenak anda. Menghilangkan semua hal-hal yang negatif di diri anda dapat meningkatkan taraf hidup anda dalam memperoleh kebahagiaan.
Berumur Panjang dengan Berpikir Positif
Li Chung Yun – Manusia Berumur 256 Tahun
"Jagalah agar hatimu tetap tenang, duduklah seperti kura-kura, berjalanlah dengan riang seperti merpati dan tidurlah seperti seekor anjing."
Itulah kalimat nasehat yang diberikan oleh Li Chung Yun ketika seorang kepala suku bernama Wu Pu Fei mengundangnya ke rumah dan menanyakan rahasia umur panjang. Li Chung Yun meninggal pada tanggal 6 Mei 1933. Saat itu usianya 256 tahun. Mr Li tinggal di propinsi Sichuan di Cina dimana umur panjang melambangkan kebesaran seseorang. Pada saat usianya 10 tahun, ia sudah berkelana ke Kansu, Shansi, Tibet, Annam, Siam dan Manchuria untuk mengumpulkan tanaman obat. Ia terus mengumpulkan tanaman obat hingga berumur 100 tahun.
Beberapa sumber mengatakan bahwa Mr.Li telah menguburkan 23 Istri dan pada saat meninggalnya ia hidup bersama istri ke 24. Dari ke-24 istrinya, Li memiliki anak cucu hingga 11 generasi dan berjumlah sekitar 200 orang. Ia memiliki kuku yang panjang sekitar 6 inci. Walapun usianya sudah 200 tahun lebih, namun dalam pandangan orang-orang ia kelihatan seperti seseorang yang berusia 60 tahun-an.
Menurut Mr. Li, ia lahir tahun 1736. Namun pada tahun 1930, seorang profesor dari departemen pendidikan universitas Chengdu yang bernama Wu Chung Chieh menemukan sebuah catatan dari kerajaan Cina yang memberikan ucapan selamat kepada Li Ching Yun atas ulang tahunnya yang ke-150 tahun. Ucapan selamat itu diberikan pada tahun 1827. Apabila pada tahun 1827 ia berulang tahun ke-150, maka itu berarti catatan kerajaan menunjukkan bahwa Mr. Li lahir pada tahun 1677 dan saat meninggal di tahun 1933, ia berumur 256 tahun.
Pada saat kematiannya, ucapan dukacita untuk Mr.Li dipublikasikan oleh media-media ternama dunia, termasuk The New York Times dan Times Magazine.
Apakah Li lahir tahun 1677 atau 1736 seperti pengakuannya ? Apabila ia lahir tahun 1736 sesuai pengakuannya, berarti ia meninggal pada usia 197 tahun, jauh lebih lama dibandingkan dengan orang tertua yang pernah tercatat yaitu Jeanne Louise Calment dari Perancis yang meninggal pada tahun 1997 di usia 122 tahun 164 hari. Sebelumnya, di Cina juga pernah tercatat adanya seorang yang bernama Chen Jun yang dipercaya meninggal pada usia 443 tahun.
Selama hidupnya, Mr Li dikenal sebagai seorang Herbalis dan ahli kungfu. Pada tahun 1749 ketika ia berumur 71 tahun, ia pindah ke kota Kai Xian untuk bergabung dengan pasukan Cina sebagai pelatih kungfu dan penasehat militer.
Kisah hidupnya kemudian mengalir seperti sebuah kisah dari film-film silat yang kita tonton. Salah seorang murid Mr. Li, yaitu Master Tai Chi bernama Da Liu menceritakan kisah ini. Pada saat Mr. Li berusia 130 tahun, ia berjumpa dengan seorang pertapa di sebuah gunung yang kemudian mengajarinya Jiulong Baguazhang (sembilan naga delapan diagram telapak tangan) dan Qigong (tenaga dalam) dengan instruksi pernapasan khusus, pergerakan dan cara mengkordinasikannya dengan suara spesifik serta rekomendasi makanan. Da Liu mengatakan bahwa Mr.Li dapat memiliki umur panjang karena ia secara teratur melakukan latihan-latihan tersebut setiap hari, secara teratur, dengan benar dan dengan tulus selama 120 tahun. Sampai saat ini, para praktisi Jiulong Baguazhang modern mengakui bahwa pengetahuan yang mereka peroleh berasal langsung dari Mr. Li.
Pada tahun 1933, ia meninggal dunia. Mr li pernah berkata kepada seorang sahabat,"Aku telah menyelesaikan semua hal yang harus diselesaikan di dunia ini, sekarang aku akan pulang." Li Chung Yun meninggal tidak lama setelah itu. Dan sejak itu muncullah Legenda Li Chung Yun, Manusia yang berumur 256 tahun.
Li Chung Yun – Manusia Berumur 256 Tahun
"Jagalah agar hatimu tetap tenang, duduklah seperti kura-kura, berjalanlah dengan riang seperti merpati dan tidurlah seperti seekor anjing."
Itulah kalimat nasehat yang diberikan oleh Li Chung Yun ketika seorang kepala suku bernama Wu Pu Fei mengundangnya ke rumah dan menanyakan rahasia umur panjang. Li Chung Yun meninggal pada tanggal 6 Mei 1933. Saat itu usianya 256 tahun. Mr Li tinggal di propinsi Sichuan di Cina dimana umur panjang melambangkan kebesaran seseorang. Pada saat usianya 10 tahun, ia sudah berkelana ke Kansu, Shansi, Tibet, Annam, Siam dan Manchuria untuk mengumpulkan tanaman obat. Ia terus mengumpulkan tanaman obat hingga berumur 100 tahun.
Beberapa sumber mengatakan bahwa Mr.Li telah menguburkan 23 Istri dan pada saat meninggalnya ia hidup bersama istri ke 24. Dari ke-24 istrinya, Li memiliki anak cucu hingga 11 generasi dan berjumlah sekitar 200 orang. Ia memiliki kuku yang panjang sekitar 6 inci. Walapun usianya sudah 200 tahun lebih, namun dalam pandangan orang-orang ia kelihatan seperti seseorang yang berusia 60 tahun-an.
Menurut Mr. Li, ia lahir tahun 1736. Namun pada tahun 1930, seorang profesor dari departemen pendidikan universitas Chengdu yang bernama Wu Chung Chieh menemukan sebuah catatan dari kerajaan Cina yang memberikan ucapan selamat kepada Li Ching Yun atas ulang tahunnya yang ke-150 tahun. Ucapan selamat itu diberikan pada tahun 1827. Apabila pada tahun 1827 ia berulang tahun ke-150, maka itu berarti catatan kerajaan menunjukkan bahwa Mr. Li lahir pada tahun 1677 dan saat meninggal di tahun 1933, ia berumur 256 tahun.
Pada saat kematiannya, ucapan dukacita untuk Mr.Li dipublikasikan oleh media-media ternama dunia, termasuk The New York Times dan Times Magazine.
Apakah Li lahir tahun 1677 atau 1736 seperti pengakuannya ? Apabila ia lahir tahun 1736 sesuai pengakuannya, berarti ia meninggal pada usia 197 tahun, jauh lebih lama dibandingkan dengan orang tertua yang pernah tercatat yaitu Jeanne Louise Calment dari Perancis yang meninggal pada tahun 1997 di usia 122 tahun 164 hari. Sebelumnya, di Cina juga pernah tercatat adanya seorang yang bernama Chen Jun yang dipercaya meninggal pada usia 443 tahun.
Selama hidupnya, Mr Li dikenal sebagai seorang Herbalis dan ahli kungfu. Pada tahun 1749 ketika ia berumur 71 tahun, ia pindah ke kota Kai Xian untuk bergabung dengan pasukan Cina sebagai pelatih kungfu dan penasehat militer.
Kisah hidupnya kemudian mengalir seperti sebuah kisah dari film-film silat yang kita tonton. Salah seorang murid Mr. Li, yaitu Master Tai Chi bernama Da Liu menceritakan kisah ini. Pada saat Mr. Li berusia 130 tahun, ia berjumpa dengan seorang pertapa di sebuah gunung yang kemudian mengajarinya Jiulong Baguazhang (sembilan naga delapan diagram telapak tangan) dan Qigong (tenaga dalam) dengan instruksi pernapasan khusus, pergerakan dan cara mengkordinasikannya dengan suara spesifik serta rekomendasi makanan. Da Liu mengatakan bahwa Mr.Li dapat memiliki umur panjang karena ia secara teratur melakukan latihan-latihan tersebut setiap hari, secara teratur, dengan benar dan dengan tulus selama 120 tahun. Sampai saat ini, para praktisi Jiulong Baguazhang modern mengakui bahwa pengetahuan yang mereka peroleh berasal langsung dari Mr. Li.
Pada tahun 1933, ia meninggal dunia. Mr li pernah berkata kepada seorang sahabat,"Aku telah menyelesaikan semua hal yang harus diselesaikan di dunia ini, sekarang aku akan pulang." Li Chung Yun meninggal tidak lama setelah itu. Dan sejak itu muncullah Legenda Li Chung Yun, Manusia yang berumur 256 tahun.
Hindari Berpikir Positif yang Berlebihan
Tuhan telah menganjurkan umat-Nya untuk tidak berlebihan di muka bumi ini, termasuk dalam berpikir positif apalagi negatif. Sebab, segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Pada awalnya berpikir positif itu baik dan memang diharapkan bisa dilakukan oleh seluruh orang didunia. Namun apabila berlebihan, pikiran positif itu justru bisa menjadi pikiran negatif. Beberapa contoh berikut mungkin bisa membantu Anda memahami hal ini.
* Sikap ingin dihargai oleh orang lain, sikap selalu menjaga image, serta selalu menjaga sopan santun dan tata krama adalah positif. Tapi jika dilakukan secara berlebihan bisa menjadi gila hormat, tidak mau menerima saran dan terkesan sombong.
* Sikap teliti, hati-hati, dan serius adalah hasil dari berpikir positif . Tapi jika dilakukan berlebihan akan menjadi sesuatu yang negatif yaitu perasaan ketakutan akan apa yang dihadapi atau dikerjakan. Akibatnya, justru apa yang kita takutkan akan terjadi.
* Sikap mencintai orang lain adalah hal yang positif tapi jika berlebihan rasa itu berubah menjadi cemburu posesif, overproteksi, memanjakan, dan mengultuskan. Tentu saja ini semua berdampak tidak baik.
* Sikap berani dalah sikap positif, tapi jika dilakukan secara berlebihan akan menjadi sikap yang nekad, ceroboh, sombong dan ingin dipuji.
* Sikap penuh percaya diri dan optimis adalah sikap positif, namun jika terlalu percaya diri dan optimis akan berubah menjadi sesuatu yang negatif yaitu sombong, merasa paling benar sendiri, arogan, otoriter,overacting, merendahkan orag lain dan understimate maupun overstimate. Dan ini semua berdampak buruk.
* Sikap dewmawan, ringan tanagn, dan empati dan peduli kepada kesulitan orang lain merupakan hal yang positif, namun jika dilakukan secara berlebihan justru akan dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.
* Sikap kerja keras untuk memperoleh kesuksesan adalah positif, namun jika dilakukan berlebihan akan berubah menjadi ambisius, takut gagal, dan mengagungkan kebahagian duniawi, dan melupakan ukhrawinya.
* Sikap ingin mendekatkan diri kepada Tuhan dan berjuang di jalan Tuhan adalah benar. Tapi jika belebihan akan menjadi fanatik, ekstrem, merasa dirinya paling benar, dan dogmatis.
Itulah beberapa contoh sikap positif belebihan yang tanpa disadari justru bisa berubah menjadi negatif. Harapan saya anda dapat berpikir bositif tetap pada koridor-koridor yang tetap. Anda mampu mengelolanya secara proposional, sehingga tidak menimbulkan hal-hal justru akan merusak pikiran positif Anda.
Tuhan telah menganjurkan umat-Nya untuk tidak berlebihan di muka bumi ini, termasuk dalam berpikir positif apalagi negatif. Sebab, segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Pada awalnya berpikir positif itu baik dan memang diharapkan bisa dilakukan oleh seluruh orang didunia. Namun apabila berlebihan, pikiran positif itu justru bisa menjadi pikiran negatif. Beberapa contoh berikut mungkin bisa membantu Anda memahami hal ini.
* Sikap ingin dihargai oleh orang lain, sikap selalu menjaga image, serta selalu menjaga sopan santun dan tata krama adalah positif. Tapi jika dilakukan secara berlebihan bisa menjadi gila hormat, tidak mau menerima saran dan terkesan sombong.
* Sikap teliti, hati-hati, dan serius adalah hasil dari berpikir positif . Tapi jika dilakukan berlebihan akan menjadi sesuatu yang negatif yaitu perasaan ketakutan akan apa yang dihadapi atau dikerjakan. Akibatnya, justru apa yang kita takutkan akan terjadi.
* Sikap mencintai orang lain adalah hal yang positif tapi jika berlebihan rasa itu berubah menjadi cemburu posesif, overproteksi, memanjakan, dan mengultuskan. Tentu saja ini semua berdampak tidak baik.
* Sikap berani dalah sikap positif, tapi jika dilakukan secara berlebihan akan menjadi sikap yang nekad, ceroboh, sombong dan ingin dipuji.
* Sikap penuh percaya diri dan optimis adalah sikap positif, namun jika terlalu percaya diri dan optimis akan berubah menjadi sesuatu yang negatif yaitu sombong, merasa paling benar sendiri, arogan, otoriter,overacting, merendahkan orag lain dan understimate maupun overstimate. Dan ini semua berdampak buruk.
* Sikap dewmawan, ringan tanagn, dan empati dan peduli kepada kesulitan orang lain merupakan hal yang positif, namun jika dilakukan secara berlebihan justru akan dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.
* Sikap kerja keras untuk memperoleh kesuksesan adalah positif, namun jika dilakukan berlebihan akan berubah menjadi ambisius, takut gagal, dan mengagungkan kebahagian duniawi, dan melupakan ukhrawinya.
* Sikap ingin mendekatkan diri kepada Tuhan dan berjuang di jalan Tuhan adalah benar. Tapi jika belebihan akan menjadi fanatik, ekstrem, merasa dirinya paling benar, dan dogmatis.
Itulah beberapa contoh sikap positif belebihan yang tanpa disadari justru bisa berubah menjadi negatif. Harapan saya anda dapat berpikir bositif tetap pada koridor-koridor yang tetap. Anda mampu mengelolanya secara proposional, sehingga tidak menimbulkan hal-hal justru akan merusak pikiran positif Anda.
Mengelola Kekuatan Pikiran Demi Kesuksesan
Sebuah kata bijak mengatakan, “Hari ini Anda tergantung pada pikiran yang datang saat ini. Besok Anda ditentukan oleh kemana pikiran membawa Anda. “ Memanglah benar adanya, karena segala sesuatu yang kita lakukan pastilah berawal dari pikiran kita. Pikirkanlah yang mendorong anda setiap perbuatan serta dampak yang ditimbulkan dari perbuatan yang kita lakukan itu. Dengan kata lain, pikiran akan memberi dampak yang sinkron. Pikiran yang baik akan memberikan dampak yang baik pula. Begitu juga sebaliknya, pikiran yang buruk akan memberikan dampak yang buruk.
Berbicara tentang berpikir, maka kita tak bisa terlepas dari yang namanya otak. Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350 ccdan terdiri dari 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh sebab itu, terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Sebab, dari otaklah pikiran itu muncul.
Bagian otak yang berfungsi untuk berpikir disebut korteks atau neokorteks. Korteks atau neokorteks ini merupakan jaringan berlpat-lipat yang tebalnya kira-kira 3 milimeter dan membungkus hemisfer-hemisfer. Hemisfer berfungsi mengendalikan sebagian besar fungsi yang mendasar seperti gerak otot dan pencerapan. Sementara, korteks berfungsi memberikan makna terhadap apa yang kita lakukan dan kita cerap. Selain itu, korteks juga berperan penting dalam memahami kecerdasan emosional. Korteks memungkinkan kita mempunyai perasaan tentang perasaan kita sendiri, memahami sesuatu secara mendalam, menganalisis mengapa kita mengalami perasaan tertentu, dan selanjutnya berbuat sesuatu untuk mengatasinya.
Adapun bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pengaturan emosi dan impuls adalah sistem limbik. Sistem limbik ini terletak jauh di dalam hemisfer otak besar. Sistem limbik terdiri atashippocampus dan amigdala. Hippocampus adalah tempat berlangsungnya proses pembelajaransemosi dan tempat disimpanya ingatan emosi. Disini terjadi perekaman dan pemaknaan pola persepsi, ingatan naratif, serta pengenalan perbedaan makna. Sedangkan amigdala merupakan pusat pengendalian pada otak.Amigdalam memproses hal-hal yang berkaitam dengan emosi. Rasa sedih, marah, nafsu, kasih sayang, dan lainya tergantung pada amigdala. Hubungan antara korteks dan amigdala inilah yang menentukan kecerdasan emosi(emotional quotient) seseorang.
Otak manusia yang berukuran kecil tersembunyi di balik batok kepala yang mempunyai miliaran sel saraf tersebut yang mampu menguasai kehidupan pemiliknya. Otak yang menghasilkan pikiran mampu menentukan kondisi jiwa, tubuh, kepribadian, dan rasa percaya diri pemiliknya. Otak mampu menguasai dunia, menjinakannya, dan bahkan menghancurkanya. Dengan kata lain, apa yang terjadi di bumi ini adalah hasil dari pemikiran manusia itu sendiri. Sungguh betapa besarnya kekuatan pikiran. Oleh karena itu, amatlah penting bagi kita untuk mengelola pola pikir atau mindset positif agar menghasilkan sesuatu yang positif.
Sebuah kata bijak mengatakan, “Hari ini Anda tergantung pada pikiran yang datang saat ini. Besok Anda ditentukan oleh kemana pikiran membawa Anda. “ Memanglah benar adanya, karena segala sesuatu yang kita lakukan pastilah berawal dari pikiran kita. Pikirkanlah yang mendorong anda setiap perbuatan serta dampak yang ditimbulkan dari perbuatan yang kita lakukan itu. Dengan kata lain, pikiran akan memberi dampak yang sinkron. Pikiran yang baik akan memberikan dampak yang baik pula. Begitu juga sebaliknya, pikiran yang buruk akan memberikan dampak yang buruk.
Berbicara tentang berpikir, maka kita tak bisa terlepas dari yang namanya otak. Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350 ccdan terdiri dari 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh sebab itu, terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Sebab, dari otaklah pikiran itu muncul.
Bagian otak yang berfungsi untuk berpikir disebut korteks atau neokorteks. Korteks atau neokorteks ini merupakan jaringan berlpat-lipat yang tebalnya kira-kira 3 milimeter dan membungkus hemisfer-hemisfer. Hemisfer berfungsi mengendalikan sebagian besar fungsi yang mendasar seperti gerak otot dan pencerapan. Sementara, korteks berfungsi memberikan makna terhadap apa yang kita lakukan dan kita cerap. Selain itu, korteks juga berperan penting dalam memahami kecerdasan emosional. Korteks memungkinkan kita mempunyai perasaan tentang perasaan kita sendiri, memahami sesuatu secara mendalam, menganalisis mengapa kita mengalami perasaan tertentu, dan selanjutnya berbuat sesuatu untuk mengatasinya.
Adapun bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pengaturan emosi dan impuls adalah sistem limbik. Sistem limbik ini terletak jauh di dalam hemisfer otak besar. Sistem limbik terdiri atashippocampus dan amigdala. Hippocampus adalah tempat berlangsungnya proses pembelajaransemosi dan tempat disimpanya ingatan emosi. Disini terjadi perekaman dan pemaknaan pola persepsi, ingatan naratif, serta pengenalan perbedaan makna. Sedangkan amigdala merupakan pusat pengendalian pada otak.Amigdalam memproses hal-hal yang berkaitam dengan emosi. Rasa sedih, marah, nafsu, kasih sayang, dan lainya tergantung pada amigdala. Hubungan antara korteks dan amigdala inilah yang menentukan kecerdasan emosi(emotional quotient) seseorang.
Otak manusia yang berukuran kecil tersembunyi di balik batok kepala yang mempunyai miliaran sel saraf tersebut yang mampu menguasai kehidupan pemiliknya. Otak yang menghasilkan pikiran mampu menentukan kondisi jiwa, tubuh, kepribadian, dan rasa percaya diri pemiliknya. Otak mampu menguasai dunia, menjinakannya, dan bahkan menghancurkanya. Dengan kata lain, apa yang terjadi di bumi ini adalah hasil dari pemikiran manusia itu sendiri. Sungguh betapa besarnya kekuatan pikiran. Oleh karena itu, amatlah penting bagi kita untuk mengelola pola pikir atau mindset positif agar menghasilkan sesuatu yang positif.
Selasa, 19 Juli 2011
KISAH NYATA: HIDAYAH SEORANG PELACUR
Suatu hari saya kedatangan seorang wanita cantik dan seksi, Tina namanya.
Tina: Assalaamu’alaikum!
Saya: Alaikum salam, monggo pinarak, ada perlu apa yah Mba?
Tina: Maaf Pak, saya Tina, saya mau minta tolong, tiap malam saya ini “jualan”, bagaimana agar jualan saya laris?
Saya: Maaf Mbak, Sampean salah alamat, saya ini bukan paranormal.
Dengan berbagai cara saya lakukan biar Tina cepat pulang, tapi tetap kekeh duduk di kursi. Lama-lama saya kasihan juga.
Saya: Begini aja Mbak, kalau Sampean ingin rizki barokah jangan tinggalkan shalat bagaimanapun keadaanmu!
Tina: Maaf Pak, saya ini pelacur, apakah shalat saya diterima Allah?
Saya: Jangan mikir diterima atau tidak, yang penting laksanakan dulu.
Tina: Iya Pak, akan saya laksanakan, tapi saya tidak punya rukuh atau mukena.
Akhirnya istri saya memberi rukuh pada si Tina.
Tiga tahun telah berlalu, datanglah Tina bersama seorang laki-laki sambil menangis berlari memeluk istri saya (untung bukan saya yang dipeluk).
Saya: Monggo pinarak. Ada apa kok nangis begini, Sampean siapanya Tina, Mas?
Laki-laki itu menjawab: Saya Dedi Gus, suami Tina.
Saya: Subhanallaah… Bagaimana ceritanya Mas, kok Sampean bisa nikah sama Tina?
Akhirnya Dedi bercerita. Begini Gus, saya seorang kontraktor. Suatu malam saya booking si Tina, saya bawa Tina ke sebuah hotel. Sampai hotel jam 9 malam. Setelah bercerita-cerita, akhirnya saya sama Tina masuklah ke kamar hotel, tanpa basa-basi saya ciumi Tina, saya buka bajunya. Tatkala itulah Tina berbisik di telinga saya, “Maaf Mas, saya belum shalat Isya, saya tak shalat dulu ya Mas.” Akhirnya saya marah sekali. Ngapain kamu shalat? Tetapi dengan lembut si Tina ngomong sama saya, berilah kesempatan 10 menit saja untuk shalat, waktu kita masih banyak, sekiranya tidak cukup, saya beri bonus besok semalam, asal saya diberi kesempatan shalat. Akhirnya, saya izinkan si Tina untuk shalat. Dia membuka tasnya. Ternyata betul tasnya berisi rukuh atau mukena. Lantas Tina ke kamar mandi berwudhu, lantas Tina shalat. Saya lihat Tina shalat, saya dengarkan Tina berdoa sambil menangis, tanpa terasa saya pun ikut menangis. Di saat itulah saya tersadar dan berniat untuk bertaubat. Akhirnya Tina saya antar pulang ke rumahnya. Saat itu juga saya lamar ke orang tuanya untuk saya jadikan istri saya.
Saya: Alhamdulillahi rabbil ‘aalamin, terus ada apa Sampean kemari?
Dedi: Begini Gus, kami sudah menikah 3 tahun yang lalu, Alhamdulillah sudah dikaruniai seorang anak laki-laki. Sekarang kami mau minta doa restu kepada Gus untuk menunaikan ibadah haji.
Saya: Allaahu Akbar walillaahil hamd!
Tanpa terasa air mataku menitik haru sambil seraya mengangkat tangan: “Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yunin waj ‘alnaa lil muttaqiina imaama.”
Kisah nyata ini sudah mendapat persetujuan langsung dari yang bersangkutan. Ternyata hidayah tidak mengenal siapa dia, tempat, dan waktu. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita. Amin.
Sumber: Gus Ali Alfa Blyt
Senin, 18 Juli 2011
Langganan:
Postingan (Atom)